Arti Maintenance: Pengertian, Tujuan, dan 6 Jenisnya
Arti Maintenance: Pengertian, Tujuan, dan 6 Jenisnya

Arti Maintenance: Pengertian, Tujuan, dan 6 Jenisnya

Sebagai contoh, mengganti oli mesin secara rutin akan membuat mesin berfungsi lebih lancar dan tidak cepat rusak, sehingga kita dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki mesin yang sudah rusak parah.

5. Meningkatkan Keamanan Kerja

Manfaat maintenance yang terakhir adalah meningkatkan keamanan kerja. Peralatan atau mesin yang selalu dirawat secara baik dan rutin akan memiliki risiko kerusakan atau kebocoran yang lebih rendah. Hal ini tentu saja akan membuat lingkungan kerja menjadi lebih aman dan nyaman bagi karyawan.

6. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Terakhir, manfaat maintenance adalah dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan memiliki peralatan atau mesin yang selalu berfungsi dengan baik dan tidak sering mengalami gangguan atau kerusakan, maka proses produksi menjadi lebih lancar dan memuaskan. Hal ini akan memberikan dampak positif pada kepuasan pelanggan dan meningkatkan reputasi suatu industri.

Dari beberapa manfaat maintenance yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa melakukan maintenance secara rutin pada peralatan atau mesin akan sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas suatu industri dalam jangka panjang. Oleh karena itu, setiap industri sebaiknya memberikan perhatian yang serius terhadap maintenance peralatan atau mesin yang dimilikinya.

Arti Maintenance: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya

Arti maintenance adalah kegiatan perawatan secara teratur yang dilakukan pada suatu mesin atau peralatan guna memperpanjang masa pakai dan memastikan bahwa peralatan tersebut selalu dalam kondisi yang optimal.

Tujuan dari melakukan maintenance adalah untuk menghindari kerusakan yang tidak terduga, meminimalisir downtime atau waktu berhenti produksi, meningkatkan efisiensi, serta memastikan bahwa peralatan tersebut selalu memenuhi standar keamanan dan kualitas yang telah ditentukan.

Jenis-Jenis Maintenance

Terdapat enam jenis maintenance, yaitu preventive maintenance, corrective maintenance, shutdown maintenance, predictive maintenance, risk-based maintenance, dan condition-based maintenance.

1. Preventive Maintenance

Preventive maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan sebelum terjadinya kerusakan pada mesin atau peralatan. Tujuannya adalah untuk mencegah atau mengurangi potensi kerusakan, sehingga meminimalisir downtime dan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

2. Corrective Maintenance

Corrective maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan pada mesin atau peralatan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kerusakan tersebut agar mesin atau peralatan dapat berfungsi kembali dengan optimal.

3. Shutdown Maintenance

Shutdown maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan ketika mesin atau peralatan dihentikan sementara waktu secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk melakukan perawatan atau perbaikan yang memerlukan waktu yang lebih lama dan tidak dapat dilakukan saat mesin atau peralatan sedang beroperasi.

Baca Juga:  Rekomendasi Tripod Bagus Indonesia

4. Predictive Maintenance

Predictive maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan dengan menggunakan teknologi sensor dan analisis data untuk memprediksi kerusakan yang akan terjadi pada mesin atau peralatan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kerusakan sedini mungkin dan melakukan tindakan perbaikan sebelum kerusakan tersebut mengakibatkan downtime atau biaya perbaikan yang lebih besar.

5. Risk-based Maintenance

Risk-based maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan berdasarkan analisis risiko terhadap kerusakan yang terjadi pada mesin atau peralatan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko terjadinya kerusakan dan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kerusakan tersebut.

6. Condition-based Maintenance

Condition-based maintenance adalah jenis maintenance yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi mesin atau peralatan secara terus-menerus melalui pengukuran parameter tertentu seperti suhu, kecepatan, atau tekanan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kerusakan sejak dini dan melakukan perbaikan sebelum kerusakan tersebut semakin parah atau mengakibatkan downtime.

Dalam melakukan maintenance, perlu diperhatikan jenis maintenance yang paling sesuai untuk mesin atau peralatan tertentu dan dilakukan secara teratur. Hal ini akan membantu memastikan bahwa mesin atau peralatan selalu dalam kondisi yang optimal, meminimalisir downtime, dan memastikan bahwa standar keamanan dan kualitas terpenuhi.

7. Preventive Maintenance

Maintenance atau perawatan adalah suatu tindakan yang dilakukan pada suatu alat agar tetap berfungsi dengan baik. Salah satu jenis maintenance yang umum dilakukan adalah Preventive Maintenance.

Preventive maintenance adalah tindakan perawatan yang dilakukan secara teratur untuk mencegah terjadinya kerusakan atau kegagalan pada suatu mesin atau alat. Tujuan dari tindakan ini adalah agar mesin atau alat tersebut dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari kerusakan yang bisa menyebabkan kerugian baik secara material maupun moral.

8. Corrective Maintenance

Corrective maintenance adalah tindakan perbaikan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau kegagalan pada suatu mesin atau alat. Tindakan ini tidak dilakukan secara teratur seperti preventive maintenance, melainkan hanya dilakukan ketika ada masalah pada alat tersebut.

Tujuan dari corrective maintenance adalah agar mesin atau alat dapat berfungsi kembali setelah mengalami kerusakan. Tindakan corrective maintenance meliputi perbaikan komponen yang rusak atau diganti dengan yang baru, perawatan mesin atau alat agar tidak mengalami kerusakan yang sama di masa depan, dan sebagainya.

9. Predictive Maintenance

Predictive maintenance adalah jenis perawatan yang didasarkan pada prediksi atau estimasi waktu kerusakan atau kegagalan pada mesin atau alat tertentu. Tindakan ini dilakukan berdasarkan data historis tentang performa mesin atau alat yang dikumpulkan dari penggunaannya dalam jangka waktu tertentu.

Tujuan dari predictive maintenance adalah untuk memperkirakan waktu kerusakan atau kegagalan pada mesin atau alat. Sehingga tindakan perawatan atau perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan atau kegagalan yang bisa menyebabkan gangguan pada operasional mesin atau alat.

10. Condition-Based Maintenance

Condition-based maintenance adalah jenis perawatan yang dilakukan berdasarkan kondisi mesin atau alat pada saat tertentu. Melalui pengukuran kinerja mesin atau alat, tindakan perawatan bisa dilakukan pada komponen yang mengalami keausan atau kerusakan dan dianggap perlu untuk diperbaiki atau diganti.

Tujuan dari condition-based maintenance adalah untuk memastikan bahwa mesin atau alat selalu berada dalam kondisi yang baik untuk operasionalnya. Tindakan perawatan yang dilakukan termasuk pengukuran kondisi mesin atau alat, penggantian atau perbaikan komponen yang mengalami keausan atau kerusakan, dan sebagainya.

Baca Juga:  Motor Suzuki Terbaru Terbaik di Indonesia Semakin Menggebrak

11. Total Productive Maintenance

Total Productive Maintenance (TPM) adalah jenis perawatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan produktivitas mesin atau alat. Dalam TPM, mesin atau alat dianggap sebagai bagian dari sistem produksi yang harus bekerja secara optimal agar produktivitas optimal juga tercapai.

Tujuan dari TPM adalah untuk memaksimalkan produktivitas mesin atau alat dengan cara mengurangi waktu downtime atau waktu yang digunakan untuk perawatan atau perbaikan. Tindakan perawatan yang dilakukan termasuk mengurangi responsif atau menghilangkan penyebab downtime, meningkatkan kapabilitas operator dan teknisi dalam melakukan perawatan, dan sebagainya.

12. Preventive Maintenance

Preventive Maintenance adalah maintenance yang dilakukan untuk mencegah kerusakan atau kegagalan suatu mesin atau fasilitas. Tujuannya adalah untuk memperpanjang umur pakai dan menjamin keandalan suatu mesin atau fasilitas.

Preventive maintenance dilakukan dengan menjadwalkan perawatan pada beberapa interval waktu yang telah ditentukan, seperti penggantian oli, penggantian filter udara, dan pembersihan komponen-komponen mesin. Dengan preventive maintenance, kerusakan atau kegagalan mesin akan terdeteksi lebih awal sehingga dapat dikoreksi sebelum menjadi kerusakan yang lebih serius.

13. Corrective Maintenance

Corrective Maintenance adalah maintenance yang dilakukan ketika suatu mesin atau fasilitas mengalami kerusakan atau kerusakan serius. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kerusakan atau kegagalan yang terjadi. Corrective maintenance dilakukan dengan cara melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak atau tidak berfungsi.

Corrective maintenance umumnya kurang efektif karena mesin atau fasilitas harus berhenti dan tidak dapat digunakan selama proses perbaikan dilakukan.

14. Predictive Maintenance

Predictive Maintenance adalah maintenance yang dilakukan untuk mencegah kerusakan atau kegagalan suatu mesin atau fasilitas dengan menggunakan data sensor dan sistem prediksi. Tujuannya adalah untuk mendeteksi kerusakan atau kegagalan sebelum terjadi. Predictive maintenance dilakukan dengan cara memonitor kondisi mesin atau fasilitas secara real-time menggunakan sensor dan sistem monitoring.

Dengan predictive maintenance, mesin atau fasilitas dapat diawasi secara terus-menerus dan kerusakan atau kegagalan dapat dideteksi lebih cepat sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

15. Shutdown Maintenance

Shutdown Maintenance adalah maintenance yang dilakukan ketika mesin atau fasilitas harus dihentikan sementara untuk dilakukan perbaikan atau pemeliharaan secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kerusakan atau keausan suku cadang tertentu, melakukan penggantian suku cadang yang sudah aus, dan mengganti komponen yang berkaitan dengan keselamatan.

Shutdown maintenance biasanya dilakukan pada mesin atau fasilitas yang digunakan dalam waktu yang lama dan membutuhkan maintenance secara periodic (periode tertentu).

16. Condition-Based Maintenance

Condition-Based Maintenance adalah maintenance yang dilakukan berdasarkan kondisi suatu mesin atau fasilitas. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kerusakan atau kegagalan yang terjadi sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius.

Condition-based maintenance dilakukan dengan memantau kondisi mesin atau fasilitas pada interval tertentu. Pemantauan kondisi ini dilakukan dengan menggunakan sensor dan perangkat monitoring khusus untuk mendeteksi kerusakan atau kegagalan yang terjadi pada mesin atau fasilitas.

17. Total Productive Maintenance

Total Productive Maintenance adalah maintenance yang dilakukan untuk mengoptimalkan produksi suatu mesin atau fasilitas sekaligus memperbaiki kualitas produk dan memperpanjang umur pakai mesin atau fasilitas.

Baca Juga:  Perlengkapan Lari Rekomendasi Indonesia

Tujuannya adalah untuk mengurangi downtime, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan kualitas produksi. Total Productive Maintenance dilakukan dengan cara mengintegrasikan keseluruhan operasi produksi ke dalam proses maintenance. Total Productive Maintenance dilakukan oleh seluruh tim produksi, bukan hanya oleh tim maintenance saja.

Pengertian Shutdown Maintenance

Shutdown maintenance adalah perawatan yang dilakukan pada mesin atau alat yang sudah tidak beroperasi dalam jangka waktu yang cukup lama. Proses maintenance ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan mesin dan menjaga kehandalan dan kinerja mesin saat kembali beroperasi.

Shutdown maintenance biasanya dilakukan setelah operasi mesin berhasil diselesaikan. Terkadang, perawatan ini dilakukan di luar waktu operasi mesin ketika terjadi permasalahan yang tidak dapat diselesaikan selama operasi normal. Dalam perawatan ini, mesin akan dimatikan untuk dicuci, diperiksa, dan dibersihkan sebelum digunakan kembali

Tujuan Shutdown Maintenance

Ada beberapa tujuan dari perawatan shutdown, di antaranya:

  • Mengurangi resiko kecelakaan saat mesin beroperasi
  • Meningkatkan kinerja mesin dan dapat mengurangi biaya operasional
  • Mengurangi biaya perbaikan dan pembelian suku cadang baru
  • Membuat mesin beroperasi secara efektif dan efisien
  • Meningkatkan umur pemakaian mesin

6 Jenis Shutdown Maintenance

Berikut adalah 6 jenis perawatan shutdown maintenance yang biasa dilakukan pada mesin atau alat:

a. Corrective Maintenance (CM)

Jenis maintenance yang dilakukan ketika terjadi kerusakan di dalam mesin atau alat ketika sedang beroperasi, sehingga menyebabkan mesin tidak dapat berjalan dengan normal. Tujuan Corrective Maintenance adalah mengembalikan mesin ke kondisi semula secepat mungkin dan mengurangi waktu tidak produktif pada saat mesin tidak berjalan normal.

b. Preventive Maintenance (PM)

Jenis maintenance yang dilakukan dengan jadwal teratur, untuk mencegah timbulnya kerusakan pada mesin atau alat. Tujuannya adalah untuk menjaga agar mesin atau alat bekerja dengan baik secara konsisten dan memperpanjang usia pemakaian alat.

c. Predictive Maintenance (PdM)

Jenis maintenance yang dilakukan dengan cara memonitor kondisi mesin atau alat ketika sedang beroperasi. Dengan menggunakan teknik tertentu, pemeliharaan dapat dilakukan pada saat yang tepat, sebelum terjadi kerusakan pada mesin atau alat.

d. Perfective Maintenance

Jenis maintenance yang dilakukan pada mesin atau perangkat keras yang fungsional, tetapi tidak efisien. Perfective maintenance bertujuan untuk meningkatkan kinerja mesin atau alat dengan memperbaiki kekurangan atau kelemahan pada mesin atau perangkat keras.

e. Adaptive Maintenance

Jenis maintenance yang dilakukan pada mesin atau alat, yang digunakan kembali untuk tujuan yang berbeda. Maintenance ini dimaksudkan untuk mengubah mesin agar dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda dengan cara melakukan modifikasi.

f. Schedule Maintenance

Jenis maintenance yang dilakukan pada mesin atau alat secara teratur sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mencegah timbulnya kerusakan karena memelihara mesin dengan tepat waktu sesuai jadwal dan memperpanjang usia pemakaian mesin tersebut.

g. Corrective Inspection

Maintenance ini dilakukan ketika terjadi situasi sulit atau permasalahan yang kompleks yang menyebabkan mesin atau alat tidak dapat berfungsi dengan baik. Corrective Inspection bertujuan untuk mengidentifikasi sumber masalah dengan prosedur yang tepat sehingga masalah dapat diselesaikan dan mesin dapat berjalan dengan normal.