Cara Setting Jam kerja Fingerprint

Cara Setting Jam kerja Fingerprint

Dan bagi Anda sebagai karyawan, pastikan bahwa Anda memahami cara penggunaannya dengan benar dan selalu melakukan absensi sesuai dengan jam kerja yang berlaku.

Membuat Schedule Kerja dalam Menu Admin

Setelah memasang mesin finger print di tempat kerja, langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi atau setting pada mesin tersebut. Salah satu setting yang diperlukan adalah membuat schedule kerja dalam menu admin, agar mesin dapat melakukan verifikasi sidik jari karyawan pada jam kerja yang telah ditentukan.

Untuk melakukan setting tersebut, pertama-tama kita perlu masuk ke dalam menu admin pada mesin finger print. Berikut langkah-langkah untuk membuat schedule kerja:

Langkah 1: Login sebagai Admin

Untuk masuk sebagai admin, biasanya kita memerlukan password atau sidik jari admin yang telah terdaftar di mesin. Setelah berhasil login sebagai admin, kita dapat masuk ke dalam menu admin dan melakukan konfigurasi mesin sesuai kebutuhan.

Langkah 2: Pilih Menu Schedule

Setelah berhasil masuk ke dalam menu admin, kita perlu memilih menu schedule untuk melakukan konfigurasi jam kerja karyawan. Menu schedule juga dapat digunakan untuk membuat jadwal libur nasional atau cuti bersama yang akan diikuti oleh seluruh karyawan di perusahaan.

Langkah 3: Buat Schedule Kerj

Di dalam menu schedule, kita bisa membuat schedule kerja untuk seluruh karyawan atau hanya untuk sebagian karyawan saja. Untuk membuat schedule kerja, kita perlu memilih tanggal dan hari kerja yang diinginkan, serta jam masuk dan jam keluar karyawan pada tanggal tersebut. Kita juga bisa mengatur waktu istirahat atau waktu lembur karyawan jika diperlukan.

Baca Juga:  Cara Setting TV Tuner Gadmei

Langkah 4: Simpan Schedule Kerja

Jika sudah selesai membuat schedule kerja, kita harus menyimpan konfigurasi tersebut agar mesin finger print dapat melakukan verifikasi sidik jari karyawan pada jam kerja yang telah ditentukan. Setelah berhasil menyimpan konfigurasi, kita bisa melakukan uji coba dengan melakukan verifikasi sidik jari pada jam kerja yang telah ditentukan.

Dengan melakukan konfigurasi schedule kerja pada mesin finger print, perusahaan bisa memastikan bahwa karyawan hadir di tempat kerja pada jam kerja yang telah ditentukan. Hal ini akan memudahkan perusahaan dalam melakukan penggajian karyawan, serta membantu meningkatkan produktivitas karyawan di tempat kerja.

Jika perusahaan memiliki kebijakan kerja yang fleksibel atau memiliki banyak cabang yang terpisah, maka konfigurasi schedule kerja pada mesin finger print dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga, perusahaan dapat memastikan absensi karyawan sesuai dengan kebijakan perusahaan, dan karyawan tetap dapat bekerja dengan produktif di tempat kerja.

Menambahkan Data Karyawan dalam Database

Jam kerja fingerprint membutuhkan data karyawan dalam database untuk bisa berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, langkah pertama dalam setting jam kerja fingerprint adalah menambahkan data karyawan dalam database. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Membuka Aplikasi Software Jam Kerja Fingerprint

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan jam kerja fingerprint, maka tahap pertama adalah membuka aplikasi software yang digunakan untuk memasukkan data karyawan dalam database. Biasanya, aplikasi ini disertakan dalam paket pembelian jam kerja fingerprint. Namun, jika Anda tidak mendapatkan aplikasinya, maka segera hubungi penjual atau supplier jam kerja fingerprint.

Baca Juga:  Cara Mempercepat Download dengan IDM Terbaru

2. Memasukkan Data Karyawan dalam Aplikasi

Pada tahap ini, Anda harus memasukkan data karyawan yang akan menggunakan jam kerja fingerprint. Data yang harus dimasukkan antara lain adalah:

  • Nama Karyawan
  • Nomor Induk Karyawan
  • Departemen atau Bagian
  • Foto Wajah (Jika Jam Kerja Memiliki Fitur Absensi Wajah)
  • Sidik Jari atau Fingerprint

Memasukkan data karyawan pada jam kerja fingerprint dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual atau dengan mengimpor data dari file Excel. Jika jumlah karyawan yang akan dimasukkan sedikit, maka cara manual adalah pilihan yang tepat. Namun, jika jumlah karyawan banyak, maka disarankan untuk menggunakan cara mengimpor data dari file Excel untuk menghemat waktu dan tenaga.

3. Sidik Jari atau Fingerprint Karyawan

Sidik Jari atau Fingerprint Karyawan adalah data yang sangat penting dalam jam kerja fingerprint. Hal ini karena sidik jari atau fingerprint karyawan yang akan digunakan sebagai identitas unik untuk memproses absensi karyawan. Berikut adalah langkah-langkah dalam memasukkan sidik jari atau fingerprint karyawan dalam aplikasi jam kerja fingerprint:

  • Pastikan karyawan dalam keadaan sehat dan tidak menggunakan lotion atau minyak yang dapat membuat sidik jari sulit terdeteksi
  • Buka aplikasi jam kerja fingerprint
  • Pilih menu “Enrollment” atau “Registrasi” pada aplikasi jam kerja fingerprint
  • Pilih karyawan yang akan didaftarkan sidik jarinya
  • Minta karyawan untuk menempelkan jari yang akan didaftarkan pada sensor sidik jari pada mesin jam kerja fingerprint
  • Pastikan sidik jari telah terbaca dengan benar pada aplikasi jam kerja fingerprint
  • Ulangi proses tersebut hingga seluruh sidik jari karyawan terdaftar
Baca Juga:  Cara Membuat Font Kecil di Atas, Tips Membuat Teks Lebih Kompak

Demikianlah, beberapa langkah dalam menambahkan data karyawan dalam database pada jam kerja fingerprint. Hanya dengan mengikuti beberapa langkah tersebut, Anda sudah bisa menggunakan dan memanfaatkan fitur jam kerja fingerprint dengan baik dan maksimal.

Mengatur Hak Akses dan Izin Karyawan

Bagi sebuah perusahaan, mengatur hak akses dan izin karyawan pada mesin fingerprint sangatlah penting dalam menjaga keamanan dan meningkatkan efisiensi kerja. Dalam kasus tertentu, seorang karyawan tidak diberi akses penuh pada mesin fingerprint, tergantung pada peran atau tanggung jawabnya dalam sebuah perusahaan. Agar terhindar dari penyimpangan dan tindak tidak benar, harus dilakukan pengaturan hak akses dan izin karyawan secara bijak.

Pertama-tama, pihak HR harus menentukan dan mengelompokkan akses yang berbeda untuk karyawan dalam berinteraksi dengan mesin fingerprint. Misalnya, setiap karyawan harus memiliki akses untuk melakukan absen masuk dan absen keluar dari perusahaan, namun tidak semua karyawan diberikan akses untuk mengubah atau menghapus data absensi.

Selanjutnya, pihak HR harus memastikan bahwa setiap karyawan memperoleh akses yang sesuai dengan perannya. Misalnya, seorang kepala departemen absensi hanya diberikan akses untuk melihat data absensi karyawan di departemennya, dan tidak dapat mengakses data absensi dari departemen lain. Dalam hal ini, manajer departemen tidak perlu memeriksa informasi absensi yang tidak relevan dengan perannya masing-masing.

Namun, harus diingat bahwa setiap karyawan harus diizinkan untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya dalam menjalankan tugasnya. Contohnya, seorang karyawan bagian IT diizinkan untuk mengakses data fingerprint yang berkaitan dengan sistem keamanan perusahaan. Demikian pula, seorang manajer produksi harus diberikan hak akses untuk melihat data absensi karyawan dalam departemennya, termasuk waktu dan kehadiran karyawan, dan absensi harian lainnya.